BAB II PAI Kelas XI: (Hidup Nyaman Dengan Perilaku Jujur)
Hidup Nyaman Perilaku Jujur
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, apa kabar semuanya? semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagian. aminnn.
Pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Hidup Nyaman Perilaku Jujur. Tentunya kalian pasti sudah tau apa itu Jujur namun disini mari kita sama-sama belajar kembali mengenai tema Hidup Nyaman Perilaku Jujur. Untuk itu yuk simak baik-baik literatur di bawah ini:
Beberapa jenis jujur dapat dilihat dari perilakunya yaitu jujur dalam berbuat, jujur dalam perkataan, jujur dalam niat, jujur dalam berjanji. Kejujuran bisa melemah karena melemahnya tekad kejujuran juga bisa melemah akibat pergaulan. Jujur bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
A. Pentingnya Perilaku Jujur
Allah swt. memerintahkan kepada kita untuk berlaku benar dan baik dalam perbuatan maupun ucapan, sebagaimana firman-Nya:
Kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya dusta yang merupakan sikap munafik. ciri-ciri orang munafik adalah dusta, ingkar janji, khianat. sebagaimana sabda Rassulullah saw sebagai berikut:
Yang artinya: Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda tanda orang munafik itu ada tiga yaitu apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya berkhianat. (HR. Bukhari Muslim).
B. Keutamaan Perilaku Jujur
Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur. Karena kejujuran merupakan akhlak mulia yang mengarahkan pemiliknya kepada kebajikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. Yang artinya: dari Abdullah ibn mas’ud dari Rasulullah saw, bersabda: sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga (HR.Bukhari).
Sifat
jujur merupakan tanda ke Islaman seorang dan juga tanda kesempurnaan bagi si
pemilik sifat tersebut. Pemilik kejujuran memiliki kedudukan yang tinggi di
dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya seorang akan mencapai derajat
orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.
Dapat lihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa seseorang yang jujur akan dipermudah rezeki dan segala urusannya. contoh yang dapat kita teladani seperti kejujurannya Nabi Muhammad saw dioercayai oleh Siti Khadijah untuk membawa barang dagangan lebih banyak lagi, Artinya Nabi Muhammad saw akan mendapat keuntungan yang lebih besar lagi dan tentu saja apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw akan mendapat kemudahan. Dan sebalikna orang yang tidak jujur atau bohong akan dipersulit rezeki dan segala urusannya.
C. Macam-macam Kejujuran
Menurut tempatnya, jujur ada beberapa macam yaitu:
- Jujur dalam niat dan kehendak yaitu motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam rangka menaati perintah Allah swt. dan ingin mencapai Rida-Nya.
- Jujur dalam ucapan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yang terjadi, kecuali untuk kemaslahatan yang dibenarkan oleh syari'at seperti dalam kondisi perang, mendamaikan dua orang dua orang yang bersengketa dan semisalnya. setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yaitu berkata jujur dan tidak menyakiti hati orang lain.
- Jujur dalam perbuatan yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah sehingga tidaklah berbeda amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan juga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang di ridhai Allah swt dan melaksanakannya secara terus-menerus dan ikhlas.
D. Petaka Kebohongan
Ketika seseorang sudah berani menutupi kebenaran, bahkan menyelewengkan kebenaran untuk tujuan jahat, ia telah melakukan kebongongan. Kebohongan yang dilakukannya itu telah membawa kepada apa yang telah dikhianatinya.
E. Hikmah Jujur
- Perasaan enak dan hati tenang , jujur akan membuat kita menjadi tenang. Tidak takut akan diketahui kebohongannya karena memang tidak berbohong.
- Mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.
- Selamat dari azab dan bahaya.
- Dijamin masuk surga.
- Dicintai oleh Allah swt dan Rasul-Nya.
Buku paket siswa SMA XI (Kementrian pendidikan dan
kebudayaan, Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta:
kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2014)
Departemen Agama. 2000. Al-Qur'an dan Terjemahnya.
Jakarta: UD Mekar Surabaya
Departemen Pendidikan Nasional Pusat Perbukuan
Bagian Proyek Buku Agama Pendidikan
Dasar. 2002. Ensiklopedia Islam. Jakarta: PT. Ictiar Baru Van Hoeve.
Shabir, Muslieh. 1981. Terjemahan Riyadusshalihin.
Semarang: CV. Toha Putra


0 Komentar